TABULAMPOT JERUK UNTUK IMLEK
Salah satu asesoris Imlek (tahun baru kalender Cina) yang cukup populer adalah tanaman buah dalam pot (tabulampot) jeruk. Dulunya yang biasa dijadikan hiasan imlek hanyalah tabulampot jeruk kingkit (Citrus japonica), atau kumquat (Fortunella margarita). Sosok tanaman jeruk ini memang mungil, dengan buah yang bisa memenuhi seluruh tajuk tanaman. Bentuk buah ada yang bulat, ada pula yang lonjong. Ukurannya hanya sekitar 2 sd. 3 cm. dengan warna kulit buah kuning oranye. Jeruk kingkit dan kumquat, tidak lazim dikonsumsi buahnya. Meskipun jeruk ini bisa dimakan langsung berikut kulitnya. Lazimnya jenis jeruk ini dioleh menjadi manisan.
Beberapa dekade tarakhir ini, segela jenis jeruk dibudidayakan dalam pot dan dijadikan hiasan imlek. Termasuk jeruk keprok, mandarin, tangerine dan satsuma (Citrus reticulata, C. nobilis); jeruk sitrun, citron, sukade (Citrus medica); jeruk berdaun tiga (Poncirus trifolia). Bahkan jeruk siam, keprok siam (Citrus suhuensis), dan jeruk manis, sunkist (Citrus sinensis) juga berpeluang untuk ditabulampotkan dan dijadikan sebagai hiasan Imlek. Sebab persyaratan utama hiasan imlek bukan pada jenis jeruknya, melainkan buahnya harus lebat dengan warna kuning oranye. Sebakin lebat dan oranye buahnya, tabulampot itu akan semakin disukai sebagai hiasan imlek.
Jeruk keprok dengan varietasnya, paling disukai sebagai hiasan Imlek. Selain warnanya yang orenye cerah, jenis jeruk ini, juga langsung bisa dikonsumsi apabila fungsinya sebagai hiasan imlek telah selesai. Namun keprok yang bisa digunakan sebagai hiasan imlak, haruslah yang bisa berbuah lebat dalam pot, dengan ukuran tanaman yang masih layak untuk diangkat-angkat. Tabulampot dengan wadah separo drum seperti yang lazim di Indonesia, terlalu besar untuk dijadikan hiasan imlek. Idealnya pot tanaman jeruk itu berdiameter 40 cm. dengan ketinggian 30 cm. Sementara tinggi tanamannya sekitar 1 m. dengan tajuk yang kompak dan buah lebat. Lebih kecil dari ukuran tersebut, akan lebih ideal. Sebab pasar jeruk dalam pot ukuran kecil lebih massal dibanding dengan yang lebih besar.
Sebenarnya, budidaya jeruk dalam pot untuk hiasan imlek sama saja dengan budidaya tabulampot lainnya. Benih tanaman haruslah berupa hasil okulasi, sambung pucuk atau cangkokan. Dengan benih jenis ini, dijamin tanaman akan segera berbuah dalam jangka waktu pendek. Benih ini umumnya akan disemau terlebih dahulu di lahan sawah. Caranya, benih okulasi yang juga disemai dan diokulasi di sawah itu, setelah dipindahkan ke keranjang akan dibiarkan dulu untuk beraklimatisasi dengan lingkungan baru. Untuk itu benih memerlukan naungan darurau berupa daun-daun kelapa yang dipasang agak jarang di atas hamparan tanaman. Selang satu bulan setelah tanaman cukup kuat, tanaman berikut keranjang bambunya dibungkus dengan karung plastik yang sudah diisi sekam bekas litter ayam broiller.
Benih jeruk yang sudah diberi sekam dan karung plastik itu, selanjutnya ditanam dengan jarak rapat di lahan sawah. Fungsi sekam litter ayam tersebut adalah, agar media di sekitar akar tanaman cukup gembur namun bernutrisi tinggi. Karung plastik berguna untuk memudahkan pembongkaran tanaman tahun depan. Sawah bekas tanaman padi, masih menyisakan bahanorganik sekaligus nutrisi NPK maupun hara mikro cukup banyak. Nutrisi inilah yang akan diserap oleh tanaman jeruk yang disemai di sana. Sawah yang dimaksudkan dalam hal ini harus yang berpengairan teknis. Dalam jangka waktu kurang dari satu tahun, tanaman jerukyang semula tingginya hanya sekitar 30 cm, akan tumbuh mencapai ketinggian satu meter. Ketika itulah tanaman harus segera dibongkar dan ditaruh dalam polybag ukuran besar, atau langsung dalam pot yang nantinya akan terus menyertai tanaman sebagai hiasan imlek.
Penyemaian benih (biji) jeruk, biasanya dilakukan pada awal musim kemarau. Selang tiga bulan kemudian, pada puncakmusim kemarau dilakukan penyambungan. Pada awal musim penghujan, tanaman sudah bisa dibongkar dan dipindahkan ke dalam keranjang. Selama musim penghujan, tanaman akan berada di "darat" dan sawah kembali ditanami padi. Pada awal musim kemarau berikutnya, tanaman kembali di"indekoskan" di sawah, setelah diberi karung plastik dengan sekam litter ayam. Awal musim penghujan, kembali tanaman dibongkar dan ditaruh dalam polybag atau pot permanen. Ketika itulah tanaman dipacu pertumbuhannya dengan pupuk organik dan hara makro serta mikro. Pada puncak musim kemarau, tanaman diberi stres air. Caranya dengan hanya disiram secukupnya agar tanaman tidak mati. Pada puncak musim kemarau yakni bulan Agustus, tanaman jeruk dalam pot itu diairi secara intensif.
Setelah mendapatkan stres air dan kemudian diberi air secara intensif, tanaman jeruk akan segera berbunga pada bulan September. Ketika itu, umur tanaman sudah tiga tahun sejak pembenihan. Jeruk-jeruk umur pendek, pada tahun ini sudah akan mampu berbuah. Namun biahnya belum terlalu lebat. Bunga yang keluar pada bulan September tersebut, akan menghasilkan buah yang telah menguning semua pada bulan Januari/Februari, pada saat-saat Imlek. Meskipun buah dalam tanaman tersebut sudah sangat lebat, untuk bisa menjadi hiasan imlek, warna buahnya harus kuning atau oranye. Meskipun penguningan warna buah ini bisa dilakukan dengan pemberian karbit, namun cara ini tidak bisa dilakukan. Sebab buah akan segera rontok. Padahal jangka waktu memasarkan hiasan imlek cukup panjang, yakni sejak bulan Januari sampai dengan saat berlangsungnya Imlek, yang selalu jatuh pada paruh kedua januari atau Februari.
Jeruk-jeruk siam, keprok dan manis, baru akan menjadi kuning atau oranye kalau dibuahkan di dataran tinggi. Sementara pembenihan jeruk dan pembesarannya di lahan sawah, hampir selalu dilakukan di dataran rendah. sentra pembenihan jeruk di Sumatera ada di Metro, Lampung. Di Kalimantan ada di Kalbar dan Kalsel yang kesemuanya merupakan dataran rendah. Demikian pula halnya di Purworejo, Jawa Tengah. Agar kemudian jeruk dalam pot itu bisa menghasilkan buah yang kuning atau oranye, setelah dibongkar dari sawah dan segera diangkut ke lokasi pembuahan di dataran tinggi. Di sini, tanaman bongkaran yang masih terbalut karung plastik itu dipindahkan ke polybag atau pot, lalu ditaruh di tempat yang terkena sinar matahari penuh.
Di Indonesia, pembuahan jeruk hiasan imlek ini bisa dilakukan di kawasan Brastagi (Sumut) Cipanas, Lembang (Jabar), Bandungan, Kopeng dan Tawangmangu (Jateng), Tretes dan Batu (Malang). Kebetulan, kawasan tersebut merupakan daerah tujuan wisata. Hingga lahan pembuahan bisa sekaligus difungsikan sebagai gerai untuk memasarkan tanaman tersebut sebalum Imlek tiba. Di lokasi inilah tanaman dipupuk intensif, diberi stres air, diberi air berlimpah dan kemudian dibuahkan. Intensitas sinar matahari di pegunugan dengan ketinggian di atas 800 m. dpl, memang cukup tinggi hingga akan membuat kulit buah jeruk berwarna kuning atau oranye. Namun dari seluruh tanaman yang dibuahkan tersebut, tidak semuanya akan bisa berhasil. Tanaman yang tidak berhasil berbuah, pasti akan mampu berbuah lebat pada tahun berikutnya.
Tanaman jeruk yang berbuah lebat dan menguning pun, bisa jadi mengalami nasib jelek karena tidak laku dipasarkan. Tabulampot eks imlek ini bisa tetap dipasarkan sebagai tanaman buah biasa di luar imlek. Namun bisa pula tanaman itu segera dirontokkan buahnya, dipupuk intensif dan kembali diberi stres air serta pengairan intensif, agar kembali berbuah lebat pada Imlek tahun mendatang. Tanaman yang belum laku terjual tahun ini, tahun depan dijamin tajuknya akan semakin rimbun dengan buah semakin lebat. Namun setiap tahunnya, tanaman perlu diganti potnya (repoting), dengan pot berukuran agaklebih besar. Selain itu, medianya juga perlu ditambah. Kadang-kadang akar tanaman akan berbelit satu sama lain, dan media pot memadat. Dalam kondisi seperti ini, repoting sekaligus digunakan pula untuk mengurai akar dan menganti seluruh media.
Sambil mengurai akar, kalau perlu juga dilakukan pemotongan. Pemangkasan akar, sekaligus juga harus diimbangi oleh pemangkasan cabang /ranting. Tanaman memang akan mengalami stres berat, namun dalam jangka waktu satu sampai dua bulan akan kembali tumbuh dengan lebih sehat dan subur. Pemangkasan cabang dan ranting ini, sekaligus juga bermanfaat untuk pembentukan tajuk tanaman. sebab sebagai hiasan yang akan ditaruh dalam ruangan, tanaman perlu memiliki tajuk yang artistik. Jeruk tabulampot ini tetap memerlukan perawatan sebagaimana tanaman jeruk di lahan pertanian biasa. Hama yang paling banyak menyerang tanaman jeruk adalah ulat, belalang dan kutu daun. Biasanya kutu yang menyerang jeruk adalah kutu dompolan yang warnanya putih dan tampak seperti bertepung. Pembarantasan hama ini sebaiknya dilakukan secara manual. Sebab tanaman jeruk dalam pot berukuran pendek hingga penanganan hama secara manual mudah dilakukan.
Stres air untuk memacu pembungaan, sebaiknya tetap dilakukan dengan hati-hati. Sebab kalau tanaman benar-benar kekurangan air, daunnya akan layu dan mengering. Kulit batang dan cabang tanaman juga akan pecah dan menimbulkan penyakit blendok. Resiko ini harus dihindari dengan tetap melakukan penyiraman normal seminggu sekali, atau penyiraman setiap hari tetapi dosisnya dikurangi. Karena tabolampot jeruk akan diangkat-angkat untuk digerai, dibeli, dikirim ke relasi dll. maka media tanamnya harus ringan. Media yang tepat adalah kompos, humus, serbuk gergaji, sekam bekas ltter ayam dll. Namun penggunaan media organik, juga mengandung resiko didatangi rayap, cacing atau cendawan. Untuk itu secara rutin media tanam harus disiram dengan pestisida dan fungisida. Dengan perawatan sebaik mungkin, setiap Imlek tiba kita sudah bisa siap dengan tabilampot jeruk yang berbuah lebat dengan warna kuning cerah. (R) * * *